Minggu, 04 November 2007

Apa kata aa ka Jeni




Posting Komentar Di: Journal de Ajourdhui
"Manusia dalam Melodrama Serba Salah"
3 Komentar - Tampilkan Posting Asli

Jeni berkata...
Saya baru tahu bahwa kehidupan semacam ini masih ada di Jawa, apalagi di Bogor. Sayang sekali ya. Bahkan terputus pendidikan untuk kepentingan pengantenan hhmmmm :(, rasanya mereka memang terlalu cepat mengambil keputusan atau bisa juga faktor sudut pandang yang kurang luas. Mungkin di Cigudeg Bogor butuh konsultan pendidikan dan pengantenan :D
2007 November 5 03:46

emanrais berkata...
Kita harus survey dulu, karena aa dah lama gak kesana. Terakhir waktu bantu urus PLN masuk Siranggap 5 tahun yang lalu. Iya yah, kenapa aa gak kesana aja lagi. Lalu bikin mobile blog baru berjudul Siranggap. Klo iya butuh, apa Jeni dah siap jadi konsultan pendidikan dan pengantenan?
2007 November 5 05:39


emanrais berkata...
Di Cigudeg Bogor, ada kampung Siranggap. Para remaja umumnya sudah menikah karena masyarakat gak mau ada "kecelakaan". Akibatnya kehidupannya seperti ayam hutan. Mereka baru melek klo berani hijrah ke kota. Sementara isteri remajanya dibiarkan menjanda atau menikah lagi. Tapi namanya juga cangehgar saba kota, begitu kehidupan ekonominya membaik di kota besar mereka malahan mencari isteri baru. Kesulitan hidup akan kian terasa dengan semakin tua usia. 200 meter dari sana ada SD dan SMPN. Sayangnya mereka gak terambah. Pendidikan rata2 3 tahun pesantrenan tapi keburu terputus buat segera pengantenan. Ini juga melowdrama yang serba salah gak ya Jeni?
2007 November 4 06:57


Posting Komentar Di: Journal de Ajourdhui
"QUO VADIS MESIN DAN FALSAFAHNYA"
1 Komentar - Tampilkan Posting Asli

emanrais berkata...
Iya tau, aa (manggilnya aa aja deh ya biar semangat belajarnya menggebu lagi, jangan Bapak) boleh Copy tapi gak boleh Paste. Makanya pelan2 aa link aja ke http://adelwulan.blog.com/ Boleh kan Jeni? Baca tulisan Jeni, aa kayak man-over-board deh. Semakin terminum airmu, semakin dahaga aja nih.
2007 November 4 06:12

aa-eman
04th Nov 5:07 am
Maaf ya Jeni, apa betul nih baru 21. Tapi pemikiran dan wacana? Kalah deh oldies yang TOB ini. Jadi hobby nih coba hayati dan dalami Jeni sembari merem melek. Merem karena malu, melek (tadinya sih mo make kata melotot tapi takut dikira ndorokulo) karena heran. Kok gadis kecil ini bisa sebegini pintar sih? Dikasih makan apa ya.. Sayangnya pemalu banget, smp pic nya aja blur tuh. (Protes gak kudu bayar goban kan Jen?)

aa-eman
01st Nov 8:11 pm
Hi dear, how are you? Have a nice da


aa-eman
07th Oct 5:46 pm
Halo Jeni, selamat datang di situs yang gegap gempita ini ya. Ayo kita sama2 belajar apa aja. Klo Jeni setuju, tepuk tangan pramuka dulu dong.


Posting Komentar Di: Journal de Ajourdhui
"Bilik Kekosongan Tak Bisa Menampung Isi"
1 Komentar - Tampilkan Posting Asli

emanrais berkata...
Duh Jeni, baru saya nemu blog yang sepadat dan sebagus ini. Boleh ya saya link agar mudah di temukan buat kepingin baca lagi en lagi.
2007 Oktober 7 17:57


hits

Posted by emanrais at 7:58 AM


2 comments:
Jejak Pikiran said...
wah...diminta tepuk pramuka nih, saya setuju saja pak buat belajar bersama. makasi sudah berkunjung ke blog saya meski akhir-akhir ini masih jarang post...:)
8:56 PM


emanrais said...
Terimakasih lho Jeng, sudi mampir ke blog kacangan begini. Jujur saya suka belajar apa saja termasuk juga dari gaya jeng Jeni.
Nah, klo gitu saya juga barusan tepuk tangan pramuka buat jeng Jeni. Jdi inget masa kecil yang selalu indah dan tak akan mungkin terulang lagi. Terkecuali, salam pramuka.
11:45 PM

Post a Comment
Newer Post
Older Post
Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)


Posting Komentar Di: Journal de Ajourdhui
"DO'A"
4 Komentar - Tampilkan Posting Asli
Tutup komentar

pangapora berkata...
Lha! Aku selalu bilang dalam doa main-main: "Ya Allah, ampunilah dia yang telah menyakitiku. Sebab aku, tak akan pernah mampu mengampuninya." Haha....
2007 Oktober 10 19:29

emanrais berkata...
Lho kok doa kita sama sih Jeni. Bagi saya berbohong lalu berhianat itu satu garis lurus. Makanya suka ikutin garis biar bisa diputus buat keperluan pengobatan. Tapi pembohong itu pintar dan licik lho. Klo gak eling lan waspada, kita juga tetap aja akan diembat sampai terasa pisan pedih dan perih. Tak kutip doanya boleh ya?
2007 Oktober 20 04:18


Jejak Pikiran berkata...
@eman rais : Boleh pak, silahkan...
Quote emain rais "Makanya suka ikutin garis biar bisa diputus buat keperluan pengobatan."
Pengobatan apa nih?
2007 Oktober 20 20:06

emanrais berkata...
Matur kesuwun. Sudah kok Jeni. Vide http://alifkacici.blog.com/ Ceriteranya saya suka berlakon pura2nya jadi konsultan masalah gangguan emosi. Buat memutus itu perlu saat tepat. Makanya saya ikuin garis boongnya dulu, meski makan waktu smp bulanan juga. Gitu lho. Andai saya punya pic close-up Jeni. Tentu dah saya dalami jejak pisik, psikis, emosinya. Manatau ada benarnya.
2007 November 3 23:58

0 komentar: