Sabtu, 11 Oktober 2008

TA ke Nur



Tengku Adrian
September 29, 2008 8:46 am

Kalau juadah yang istimewa di medan ini adalah kacang taujin dan tapai pulut. yang lainnya biasalah macam di Malaysia juga seperti ketupat dan rendang. kalau aa eman tak boleh makan kacang taujin karena gigi sudah tak ada.


aa-eman
October 11, 2008 1:01 am

Baru saja beraya, TA sudah melancarkan fitnah pula. Siapa juga aa gak doyan kacang tajin tuh? Memang iya kok. Tapi meski dah gak punya gigi aa masih bisa menikmatinya. Direbus aja dulu trus diblen dengan tahu sutera. Rasanya suka2 tuh mau manis asam atau pedas. Apalagi klo memakannya sambil menyeruput teh nasgitel, seraya terpicing membayangkan manisnya suasana beraya di Malaysia. Lalu bernostalgia aa bernyanyi, "aku pulang dari rantau...bertahun tahun di negeri orang...di Malaysia..." Gituh lho. Siapuh, maknyesss!!!

Cahaya



Cahaya
October 10, 2008 8:27 pm (reply | report spam | delete)

salam pak aa..tayanya gi mana?tentu seronokkan dapat bersama anak2 cucu2 kan?kat sana pulak apa juadah istimewanya?


aa-eman
October 11, 2008 12:40 am

Salam Nur. Alhamdulillah disaat hari raya kami semua berkumpul di Sentul bersama Gaby. Sayang Ade dan Adel gak bisa ikut karena malahan bermotor saikel ke Citra. Padahal Nini bersama keluarga anak ke 6 lagi ke Gaby. Pada hari ke 3 kami berkumpul di Jakarta (lihat blog Gaby, Riungan di rumah abah Ozie). Semua adik2 aa kumpul bersama isteri anak2 menantu2 cucu2 smp rumah menjadi sesak. Pada umumnya juadah standar Lebaran seperti rendang ketupat kuwe2 basah dan kering. Tapi kami semua merindukan tape ketan hijau berbungkus daun jambu air yang senantiasa dibuat oleh almarhumah nenek. Di kedai P&D tentu ada yang jual, tapi umumnya tape ketan hitam. Kebetulan pada hari itu juga milad Okky ke 10. Jadi ada tambahan juadah berupa chocolate cake. Bagaimana dengan saat taya di kediaman Nur? Semoga Allah senantiasa bukakan semua pintu rahmat dan barokah bagi kebahagiaan qalbu Nur sekeluarga ya. Amiiien Yaa Rabb, wa antum bi khoir. Wassalam.